Welcome to my world,
my experiences,
my feelings,
my thoughts,
and of course...
MY LIFE...
   

<< November 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


Subscribe to cosmopolitan_community
Powered by groups.yahoo.com

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Nov 21, 2008
Apa perlu bicara?

Kadang wonder jg, kenapa org bicara. Kalo prinsip komunikasinya sih agak kebayang, dasarnya, itu cuma salah satu cara buat menyampaikan pesan. tapi seberapa banyak orang yang tau pesan apa yang ingin disampaikan? belum lagi gimana cara menyampaikannya? plus emosi yang terlibat. atau kepikir gak ya kesan apa yang akan ditangkap oleh pihak penerima pesan? di dunia kerja mungkin banyak org yg bisa hidup dengan mengotak-ngatik masalah ini. Tapi di kehidupan sehari2? akhirnya, gak sedikit org tetep bingun di akhir percakapan. ya org yg ngomongnya, apalagi org yg ngedengerinnya. coba kita liat percakapan ini: A: "kita terusin obrolan kemaren" B: "boleh, obrolan yang mana ya?" A: "itu, tawaran kamu kemaren, kamu lupa ya?" B: "Iya, sorry kalo aku lupa, coba tolong ingetin" A: "tentang membahas masalahku" B: "oh.. ok, tinggal diatur aja waktu & tempatnya" A: "Ah kamu kayaknya udah gak inget. gak jadi aja" B: "lah??" ato yang ini: X: "aku sebel sama kakakku, marah2 terus" Y: "mungkin maksudnya baik" X: "tapi kan gak usah gitu, dia mustinya tau situasinya" Y: "ya udah.. sabar aja" X: "ini lah, itu lah, ada aja yang blm beres, dia kan tau kalo aku kan gak bisa kemana2" Y: (nyoba ganti strategi) "oh gitu, kakak mu jahat juga ya, sampe nyakitin kamu kayak gitu" X: "gak, kakak gak jahat, dia itu sebenernya baek, cuma cara nya itu" Y: "oh jadi kakakmu itu gak jahat ya" (dalam hati, gimana sih?) "jadi gimana dong?" X: "tau ah!!" Y: "loh?" ato satu kalimat seperti: S: "kamu sekarang berubah. aku kecewa" T: "..." (dalam hati, how dare you? judging me based your own limited-informations' perception) rupanya hal yang gak enak, selain menunggu, adalah mendapatkan percakapan yang dihentikan sepihak. asli, gak enak banget. padahal kalo dari awal gak dibahas, energy kita kan bisa buat yg laen. kalo kejadian ini ada di org lain, gampang sekali membahasnya. tapi kalo terjadi sama kita sendiri? boro-boro, yg ada kesel gak jelas. komunikasi emang sangat menarik (baca: ngeselin). no wonder kalo banyak org yg konflik. mungkin sebagian besar krn cara komunikasinya, bukan karena materi pertengkarannya. dan emosinya itu lho.. hm.. oh.. pls... aku pengen marah, aku kesel, kalo udah diajak ngobrol, tapi diberhentikan sepihak. walaupun itu mungkin tanda dari kekurang mampuanku berkomunikasi juga. emang gak semua bahasan, perlu ditanggapi untuk menghasilkan solusi. mungkin sebagian cuma katarsis doang (maen tinju aje, jgn ngajak ngobrol gue! hehe) apa perlu bicara kalo akhirnya pesannya gak sampai & malah memberi kesan yang berbeda? Sabar... sabar.... (sambil tetep gondok)

Posted at 01:52 pm by darma1

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home